Di sudut meja rias, berdirilah Botol Parfum Bubi Edisi Terbatas. Ia cantik, wangi (katanya), dan penuh percaya diri. Namun, hari demi hari, pemiliknya selalu memilih parfum lain: yang tutupnya lepas, isinya tinggal seperempat, dan baunya sudah mirip minyak kayu putih.
“Aku bukan parfum, aku pajangan?” keluh si Bubi.
Hingga suatu hari, pemiliknya bersin akibat parfum lama. Dengan tangan gemetar, ia meraih si Bubi. Botol itu menegang. Ini saatnya!
Tapi… yang dipencet malah hand sanitizer.
